Caraibu.com
Blog Ibu & Anak

Alasan Penting Anak Belajar Pendidikan Seks

0 21

Pendidikan seks sebaiknya mama ajarkan kepada Si Anak sedini mungkin. Soalnya, keluarga adalah ruang belajar pertama Si Anak mengenal seluk-beluk anggota tubuhnya dan relasi sosial.

Ketika anak mulai mengeksplorasi tubuhnya dan masuk ke fase “sering bertanya”, itulah saat yang tepat mengajarinya pendidikan seks. Bunda bisa menggunakan berbagai kesempatan dan media untuk memperkenalkan masalah ini ke Si Anak.

Namun cara yang paling baik untuk memperkenalkan pendidikan seks ke anak adalah bunda harus proaktif sebelum Si Anak bertanya lebih dulu.

Nah, sebelum anak memasuki sekolah dasar minimal mama sudah mengenalkan dan mengajari anak soal ini ya. Sebab, umumnya di sekolah hanya belajar tentang anatomi tubuh dan organ reproduksi saja. Jangan sampai bunda tidak membangun fondasi awal berupa pemahaman dan pengertian seks untuk Si Anak di dalam rumah.

Lalu, bagaimana cara mama mendidik Si Anak agar lebih paham? Simak yuk uraian berikut ini, Bun.

1. Membangun komunikasi

Membangun komunikasi kepada anak

Membangun komunikasi ini maksudnya adalah mama jangan sampai salah menyikapi keingintahuan Si Anak terhadap sesuatu hal. Misalnya, si Anak bertanya tentang kondom, sodomi, alat kelamin, dan lain-lain, tetapi malah dimarahi, bukan diberi pejelasan.

Biasanya tiga hal ini yang menyebabkan gagalnya komunikasi terhadap Si Anak, Bun:

  • Bunda kurang menyadari pentingnya pertanyaan atau celotehan Si Anak
  • Bunda tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Si Anak
  • Bunda mengetahui jawaban atas pertanyaan Si Anak. Namun mama masih menimbang bahwa jawaban tersebut belum sepantasnya diketahui anak.

Bunda harus bisa menyikapi dengan baik tiga hal di atas agar komunikasi dengan Si Anak terbangun dengan baik dan lancar.

Dengan memiliki wawasan seputar pendidikan seks dan bisa menjawab pertanyaan dengan bahasa yang dimengerti, Si Anak pun terpuaskan rasa ingin tahunya dan tidak mencari-cari jawaban ke orang dewasa lain.

2. Mengajari perbedaan dan anatomi kelamin

Pendidikan-seks-untuk-anak

Memasuki usia sekolah dasar ini adalah saat yang tepat bagi bunda agar lebih detail mengajari si Anak perihal alat kelaminnya.

Bagi anak lelaki, kenalkanlah ia bagian-bagian organ kelaminnya. Misalnya, organ di bawah penis disebut dengan skortum dan di dalamnya terdapat buah pelir atau testikel.

Sebaliknya, untuk anak perempuan, kenalkanlah ia dengan vagina dan daging atau gumpalan kecil di ujung lubang kemaluan itu disebut dengan klitoris atau kelentit.

Di samping itu, jangan lupa juga bunda kenalkan anus atau pantat. Beri tahu Si Anak bahwa anus berfungsi untuk buang air besar dan kentut.

3. Mencegah kejahatan seksual

pendidikan-seks-buat-anak-bunda

Pelecehan seksual, seperti pedofilia, memang sangat mengkhawatirkan ya, Bun. Untuk itu, bekali Si Anak pemahaman untuk mengenal fungsi, kebersihan, dan siapa yang boleh atau tidak boleh menyentuh area pribadinya.

Sebagai orang tua, bunda perlu mengajari Si Anak mengenai apa yang harus dia lakukan apabila ada orang lain menyentuh organ pribadinya, memintanya membuka baju atau menunjukkan area pribadinya.

Ada banyak cara yang bisa bunda ajarkan kepada Si Anak jika menghadapi situasi tersebut, di antaranya:

  1. Menjauhi orang tersebut
  2. Katakan “Jangan begitu!” atau “Tidak!” jika merasa terganggu
  3. Berteriak meminta pertolongan
  4. Melaporkan secepatnya peristiwa tersebut ke orang tua, keluarga, atau orang dewasa sekitarnya

Jangan sampai Si Anak tidak diajarkan tindakan preventif ini ya, Bun.

4. Berkata jujur

Pendidikan-seks-untuk-anak-bunda

Ketika bunda mengajari Si Anak konsep tentang perbedaan jenis kelamin, jangan pernah mempergunakan kata lain untuk menyebut nama jenis kelamin yang dimaksud. Misalnya, menyebut penis dengan kata “gajah” atau “burung”.

Sebenarnya bunda tidak perlu malu atau merasa bersalah ketika memperkenalkan nama-nama bagian kelamin kepada Si Anak.

Buang jauh-jauh rasa sungkan itu ya, Bun.

Dengan berkata apa adanya, Si Anak pun bisa paham bahwa apa yang disebut penis adalah nama alat kelamin laki-laki dan vagina adalah nama alat kelamin perempuan. Dengan demikian, pemahaman Si Anak mengenai seksualitas pun berlangsung secara natural, Bun.

5. Mengajari rasa malu

Pendidikan-seks-untuk-anak-kecil

Memiliki rasa malu pada Si Anak merupakan hal yang penting, Bun. Adanya rasa malu, Si Anak jadi bisa menghargai dirinya sendiri.

Bunda bisa mengajarkan Si Anak bahwa menampilkan organ intim secara sengaja di depan orang lain itu tidak boleh dilakukan. Ajari juga Si Anak, misalnya, ketika berganti pakaian di tempat umum jangan sampai terlihat orang lain.

Selain itu, ajarkan juga kepada Si Anak bahwa ada batasan tertentu ketika bermain dengan lawan jenis. Bunda harus tahu dengan siapa Si Anak bermain atau paling tidak temani dia ketika bersama teman-temannya.

6. Belajar mandiri

Pendidika-seks-anak-sejak-usia-dini

Mempunyai anak yang mandiri itu penting loh, Bun. Setidaknya kita jadi lebih percaya bahwa Si Anak tidak telalu bergantung pada orang lain.

Coba bunda bayangkan, jika Si Anak tidak dibiasakan mandiri, terutama saat bunda tidak ada di sampingnya. Misalnya, ketika membersikan tubuh, seperti mandi, buang air kecil atau besar, menggunakan pakaian tidur, dan lain-lain.

Tanpa memiliki kemandirian untuk aktivitas keseharian itu, peluang orang lain untuk berbuat pelecehan juga terbuka lebar, Bun.

7. Internet dan bahaya pornografi

pendidikan-seks-untuk-anak-sekolah

Tak kalah pentingnya dalam pendidikan seks adalah bahaya paparan pornografi, Bun. Memang, dalam rentang usia 6-8 tahun, Si Anak belum paham tentang pornografi.

Akan tetapi, banyak anak-anak zaman sekarang yang sudah mahir menggunakan smartphone dan banyak orang tua yang membiarkannya begitu saja.

Berdasarkan riset Ofcom yang kemudian diberitakan bbc.co.uk (2017), terjadi peningkatan anak-anak yang mengakses internet, baik dari ponsel maupun laptop, tanpa pendampingan orang tua.

Nah, bunda jangan sekali-kali lengah tanpa mendampingi Si Anak asyik berselancar internet sendirian.

Pedampingan yang bunda berikan tidak hanya menunggui Si Anak bermain saja. Bunda bisa sembari mengajarkan kepada Si Anak mengenai bahaya, dampak, dan kerugian jika kecanduan pornografi.

Seperti dikutip dari mediaindonesia.com (6/12/2017), menurut komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retnosimp Listyarti, anak-anak yang mendapat perhatian, kasih sayang, dan paham tentang pengoptimalan waktu untuk hal-hal yang positif, seperti berkreasi dan mengembangkan potensi diri, akan menjauhkan diri dari mencari-cari konten pornografi.

Kesimpulan

Itulah tujuh poin penting dari pendidikan seks yang bisa bunda terapkan dalam rutinitas sehari-hari Si Kecil. Memang, lebih bagus jika mama menerapkan konsep-konsep pendidikan seks lebih awal.

Namun tidak ada kata terlambat untuk mengajari Si Anak mengerti konsep-konsep perbedaan kelamin, kemandirian, berani berkata “tidak” jika merasa terganggu, bahaya pornografi, dan menanamkan rasa malu pada Si Anak.

Berbagai penelitian menyebutkan banyak keuntungan bagi Si Anak jika mendapatkan pendidikan seks usia dini, seperti Si Anak lebih menghargai diri sendiri, mengetahui perbedaan gender, menerima perubahan fisik, tahu mana perbuatan yang pantas atau tidak pantas, dan berani mengkomunikasikan persoalan seks kepada orang tua, dan lain-lain.

Semoga bermanfaat ya Bun…

Berlangganan kuy Bu!
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time